Kediaman Bupati Pati Nonaktif Sudewo Terlihat Lengang Setelah Penggeledahan KPK

Pati111 Dilihat

PATI – Kediaman Bupati Pati nonaktif, Sudewo, di Desa Slungkep, Kecamatan Kayen, terlihat sepi dan lengang pada sore hari Sabtu (24/1). Tidak ada garis keamanan polisi yang terpasang di sekitar rumah berdesain joglo tersebut.

Di pintu gerbang kediaman hanya terpampang sebuah banner yang menampilkan foto Sudewo bersama istrinya, dengan tulisan ucapan “Selamat Natal dan Tahun Baru 2026”.

Dari pantauan di lokasi, halaman rumah terlihat kosong tanpa adanya aktivitas yang mencolok.

Pada satu kesempatan, seorang pria mengenakan mantel merah dan helm sempat terlihat datang ke lokasi, namun gerbang dalam keadaan tertutup rapat. Tidak ada penjaga khusus yang terlihat di kawasan sekitar kediaman.

Kondisi sepi ini terjadi sehari setelah tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan tindakan penggeledahan di rumah tersebut pada hari Jumat (23/1).

Ketua RT 1 RW 3 Desa Slungkep, Purwanto, mengkonfirmasi adanya kegiatan penyidik KPK di lokasi kediaman Sudewo.

“Waktu itu sekitar jam empat sore. Ada kira-kira 15 orang. Saya kebetulan habis hajatan sama warga,” ujar Purwanto.

Ia mengaku merasa terkejut saat mengetahui adanya operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat mantan kepala daerah Kabupaten Pati tersebut.

Menurut Purwanto, Sudewo selama ini dikenal sebagai sosok yang ramah kepada warga, meskipun jarang berada di desa.

“Pak Sudewo itu orangnya ramah, kalau ketemu suka nyapa warga. Memang jarang pulang. Beliau juga punya komitmen ke desa, salah satunya membangun jalan yang sekarang disebut Jalan Sudewo, panjangnya sekitar 200 meter, selesai empat bulan lalu,” tambahnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan Krisna, salah satu tetangga Sudewo.

Ia menyebutkan bahwa Sudewo memiliki sikap yang santun, meskipun interaksi langsung dengan warga tergolong terbatas akibat kesibukannya sebagai kepala daerah.

“Kalau pulang biasanya nyapa lewat mobil. Kejadian OTT ini ya kaget juga, menyayangkan,” kata Krisna.

Krisna juga mengungkapkan bahwa selama proses penggeledahan berlangsung, tidak terlihat ada barang apapun yang dibawa keluar dari kediaman Sudewo.

“Kemarin memang ada penggeledahan, tapi tidak kelihatan ada temuan. Di rumah cuma ada pekerja bangunan waktu itu,” ujarnya.

Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, KPK telah melakukan penggeledahan di tiga lokasi di Kabupaten Pati pada hari Rabu (21/1), salah satunya adalah Rumah Dinas Bupati Pati.

Tindakan tersebut dilakukan untuk mencari barang bukti yang terkait dengan dugaan kasus pemerasan terhadap perangkat desa yang diduga melibatkan Sudewo serta beberapa pihak lainnya.

Namun hingga saat penggeledahan selesai dilakukan, KPK belum memberikan keterangan rinci mengenai hasil kegiatan tersebut maupun barang bukti yang berhasil disita.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam rangkaian OTT yang dilakukan pada dini hari Senin (19/1).

Keempat tersangka tersebut adalah Sudewo, beserta tiga kepala desa yaitu Abdul Suyono (Kepala Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan), Sumarjiono (Kepala Desa Arumanis, Kecamatan Jaken), dan Karjan (Kepala Desa Sukorukun, Kecamatan Jaken).

(red)