KUDUS – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKAPMII) Jawa Tengah menggagas penguatan ekonomi desa melalui pemanfaatan teknologi modern. Gagasan ini muncul dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PMII yang diadakan di Kudus, di mana para kader dan alumni lintas generasi berkumpul untuk merumuskan strategi pembangunan.
Arif Wahyudi, salah satu pengurus IKAPMII Jateng, menyatakan, “PMII itu tidak mengenal zona, angkatan, atau profesi. Siapapun yang pernah menjalani kaderisasi PMII akan selalu tersambung sebagai keluarga besar,” ucapnya.
Pernyataan ini mencerminkan semangat persatuan yang menjadi landasan bagi IKAPMII dalam menjalankan program-programnya.
Arif menambahkan bahwa IKAPMII Jateng, yang kini diperkuat oleh Majelis Pembina Daerah (Mabinda) dari berbagai latar belakang, berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Rakerda ini menjadi wadah bagi seluruh pengurus cabang kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk menyusun agenda kerja yang terfokus pada penguatan struktur, program kerja, dan kontribusi kader di wilayah masing-masing.
“Rakerda ini penting untuk mengakumulasi pemikiran serta memetakan langkah strategis PMII ke depan,” ujar Arif.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara alumni dan kader dalam mendukung program pemerintah, terutama dalam sektor pertahanan pangan.
Arif menegaskan bahwa kader PMII harus berani turun ke desa dan membawa inovasi teknologi untuk membantu petani dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Tidak ada gengsi mengurus desa atau petani. Justru kader PMII harus hadir membawa inovasi. Kalau tidak disertai teknologi yang relevan, kita akan tertinggal,” tegasnya.
Dengan semangat gotong royong, IKAPMII Jateng mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi mendukung program pemerintah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga pelosok desa.
“PMII harus bisa hadir sebagai solusi, bukan sekadar simbol pergerakan,” pungkas Arif, menutup pernyataannya dengan harapan agar PMII dapat menjadi agen perubahan yang nyata bagi Indonesia.
(red)
