HIPMI Syariah Jawa Tengah Resmi Dilantik, Siap Dorong Ekosistem Bisnis Syariah dan UMKM Halal

Semarang – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Syariah Jawa Tengah resmi dilantik dalam sebuah acara yang dirangkai dengan Buka Puasa Bersama Keluarga Besar HIPMI Jawa Tengah, yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi. Acara ini turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, jajaran pengurus HIPMI, tokoh pengusaha, serta berbagai organisasi dan lembaga seperti Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), yayasan sosial, serta sejumlah asosiasi yang bergerak dalam pengembangan ekonomi syariah.

 

Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pengusaha muda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Jawa Tengah, sekaligus mempererat silaturahmi antar anggota HIPMI dalam suasana Ramadan.

 

Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Tengah, Teddy Agung Tirtayadi, menyampaikan bahwa kehadiran HIPMI Syariah diharapkan dapat menjadi wadah bagi para pengusaha muda untuk membangun ekosistem bisnis yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai syariah.

 

“HIPMI Syariah akan menjadi wadah bagi para pengusaha untuk semakin memperkuat karakter bisnis yang beretika, transparan, dan berlandaskan prinsip syariah. Ini bukan hanya tentang sektor bisnis halal, tetapi juga tentang bagaimana pengusaha muda membangun usaha yang berkelanjutan, adil, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Teddy.

 

Ia juga menyampaikan bahwa antusiasme pengusaha muda terhadap ekonomi syariah sangat besar. Saat ini HIPMI Syariah Jawa Tengah telah menghimpun sekitar 500 anggota, yang berasal dari berbagai sektor usaha mulai dari kuliner, perdagangan, industri kreatif, hingga jasa dan teknologi.

 

Teddy menambahkan bahwa HIPMI Syariah diharapkan dapat menjadi motor penggerak baru dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan UMKM, pengembangan produk halal, serta kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai lembaga ekonomi syariah.

 

Sementara itu, Sekretaris Umum HIPMI Jawa Tengah, Zulkifli, menegaskan bahwa berbagai program konkret telah disiapkan untuk memperkuat peran HIPMI Syariah di Jawa Tengah.

 

“Beberapa program yang akan kami genjot di antaranya adalah mendorong peningkatan produk UMKM anggota HIPMI agar memiliki sertifikasi halal, memperluas akses pasar produk halal, serta menghadirkan pelatihan dan pendampingan bagi pengusaha muda agar siap bersaing di pasar nasional maupun global,” ungkap Zulkifli.

 

Ia menambahkan bahwa ekonomi halal saat ini memiliki potensi yang sangat besar, sehingga HIPMI Syariah harus mampu menjadi jembatan antara pelaku usaha, pemerintah, serta lembaga sertifikasi untuk mempercepat pertumbuhan sektor tersebut.

 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua HIPMI Syariah Jawa Tengah, Shabiq, menyampaikan komitmennya untuk membawa organisasi ini aktif menangkap berbagai peluang di sektor ekonomi syariah yang sedang berkembang pesat.

 

“Kami melihat peluang besar pada sektor wisata ramah muslim (muslim friendly tourism), kuliner halal, hingga pengembangan produk lifestyle halal. HIPMI Syariah siap menjadi penggerak dalam membangun ekosistem tersebut di Jawa Tengah,” jelasnya.

 

Selain sektor bisnis, Shabiq juga menegaskan bahwa HIPMI Syariah akan aktif dalam berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat.

 

“Kami ingin HIPMI Syariah tidak hanya hadir dalam dunia usaha, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Kami siap berkolaborasi dengan berbagai yayasan dan lembaga untuk menjangkau seluruh penjuru Jawa Tengah,” tambahnya.

 

Gubernur Jawa Tengah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terbentuknya HIPMI Syariah Jawa Tengah dan berharap organisasi ini dapat mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah.

 

Menurutnya, potensi ekonomi syariah di Jawa Tengah sangat besar dan dapat menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

 

“Saya berharap HIPMI Syariah dapat mengambil peran aktif dalam kegiatan-kegiatan kedaerahan, baik dalam bidang sosial maupun pengembangan ekonomi. Pengusaha muda harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun daerah,” ujar Gubernur.

 

Ia juga mendorong agar HIPMI Syariah mampu membangun kolaborasi yang kuat antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat, sehingga berbagai program pengembangan ekonomi syariah dapat berjalan lebih efektif.

 

“Kolaborasi antara government, business, dan community menjadi kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. HIPMI Syariah memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak kolaborasi tersebut,” tambahnya.

 

Acara pelantikan yang dirangkai dengan buka puasa bersama ini berlangsung penuh kehangatan, mempererat hubungan antar pengusaha muda serta memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun ekonomi Jawa Tengah yang inklusif, berkelanjutan, dan berlandaskan nilai-nilai syariah.

 

Dengan terbentuknya HIPMI Syariah Jawa Tengah, diharapkan akan lahir lebih banyak pengusaha muda yang tidak hanya sukses secara bisnis, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.